Sepotong Roti untuk Awan

Di sebuah kampung kecil, hiduplah seorang anak yatim bernama Awan. Setiap pagi, Awan selalu duduk di depan rumahnya yang sederhana sambil menatap langit. Ia percaya, ayah dan ibunya yang telah tiada sedang melihatnya dari balik awan putih.

Suatu hari, Awan menemukan sepotong roti di jalan. Perutnya lapar, tetapi ia melihat seorang nenek tua yang tampak gemetar menahan dingin. Awan mendekat dan berkata pelan,

“Nenek, ini roti untuk Nenek. Awan masih kuat menahan lapar.”

Nenek itu tersenyum haru, matanya berkaca-kaca.

“Terima kasih, Nak… Semoga Allah membalas kebaikanmu.”

Awan pun melanjutkan langkahnya menuju musala. Walau hidup serba kekurangan, hatinya selalu penuh syukur.

Tak disangka, setelah salat, takmir musala memanggilnya.

“Awan, ini ada paket sembako untukmu. Ada yang menitipkan, katanya kamu anak yang baik.”

Awan terkejut. Ia memeluk paket itu sambil menahan tangis.

Dalam hati ia berbisik, “Ayah, Ibu… Awan akan terus berbuat baik, seperti yang kalian ajarkan.”

Sejak hari itu, Awan semakin yakin bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, pasti kembali dengan cara yang indah.

Posting Komentar